![]() |
| Bupati Indah saat Membuka Mukerkab PMI Lumajang |
lintas6.com, Lumajang – Musyawarah Kerja Kabupaten (Mukerkab) Palang Merah Indonesia (PMI) Lumajang Tahun 2025 sukses digelar di Warung Pondok Asri Sukodono. Senin, 22 Desember 2025.
Acara ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi program kerja tahun berjalan sekaligus merancang langkah strategis untuk tahun 2026.
Mukerkab kali ini menitikberatkan penguatan tiga pilar utama PMI, yaitu pengurus PMI di tingkat kabupaten dan kecamatan, staf, serta relawan. Fokus utama yang diangkat adalah peningkatan respons cepat terhadap bencana dan pemenuhan kebutuhan donor darah di seluruh kecamatan.
Dalam sidang pleno Komisi A, peserta sepakat bahwa program kerja tahun 2025 telah berjalan sesuai rencana. Sementara itu, Komisi B membahas program kerja tahun 2026 dengan menyoroti isu strategis penguatan tiga pilar PMI sebagai kunci keberhasilan organisasi.
Ketua PMI Lumajang, H. Budi Santoso, SH, MSi, menegaskan pentingnya pelatihan bersama antara relawan dan masyarakat.
“Kami ingin memastikan relawan PMI tidak hanya terlatih secara mandiri, tapi juga terintegrasi dengan masyarakat agar respons bencana bisa lebih cepat dan efektif,” ujarnya.
Selain itu, Budi Santoso menambahkan bahwa kebutuhan darah yang terus meningkat menjadi perhatian utama. Oleh sebab itu, setiap kecamatan didorong untuk mengatur penjadwalan donor darah secara rutin agar stok darah selalu tersedia bagi pelayanan kesehatan masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua PMI Lumajang memberikan apresiasi tinggi kepada tiga pilar yang telah bekerja sama dengan baik selama masa tanggap darurat erupsi Gunung Semeru.
“Segenap tiga pilar yang bahu membahu di lokasi bencana, khususnya di wilayah Pronojiwo dan Candipuro, telah membantu pemerintah daerah menangani masyarakat terdampak. Kami sampaikan penghargaan dan terima kasih atas dedikasi dan kerja kerasnya,” kata Budi Santoso.
Bupati Lumajang, Ir. Hj. Indah Amperawati, MSi, yang membuka acara Mukerkab, berharap hasil musyawarah ini menjadi pedoman yang bermanfaat bagi kemanusiaan dan masyarakat Lumajang selama satu tahun ke depan.
“Saya mengapresiasi dedikasi PMI Lumajang dalam membantu pemerintah daerah menangani kebencanaan Semeru, mulai dari dapur umum, pertolongan pertama, logistik, hingga masa pemulihan. Semoga sinergi ini terus terjaga dan semakin kuat,” ujar Bupati yang akrab disapa Bunda Indah.
Mukerkab PMI Lumajang diikuti oleh 75 peserta dari pengurus PMI kabupaten, kecamatan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta peninjau. Hasil musyawarah ini akan menjadi pedoman utama pelaksanaan program kerja PMI Lumajang tahun 2026.
Dengan penguatan tiga pilar dan fokus pada pelatihan relawan serta pengelolaan donor darah, PMI Lumajang optimis dapat memberikan pelayanan kemanusiaan yang lebih cepat dan efektif di masa depan.

