Ketua PSHT Cabang Ponorogo, Kangmas Moh. Komarudin, S.Ag., MSi, menjelaskan bahwa donor darah ini menjadi momentum penting dalam menyambut gelaran BRB 2025. Selain donor darah, pada 24 Desember juga digelar sunatan massal, dan pada 26 Desember akan diadakan santunan untuk anak yatim.
“Donor darah ini kami lakukan sebagai momentum dalam rangka Bumi Reog Berdzikir 2025. Selain itu, pada tanggal 24 Desember juga akan digelar sunatan massal dan pada tanggal 26 Desember akan diadakan santunan untuk anak yatim,” ujar Komarudin.
Target peserta donor darah tahun ini sebanyak 103 orang, sesuai dengan usia ulang tahun PSHT yang ke-103.
“Semoga hari ini bisa terkumpul sebanyak 103 kantong darah,” terang Komarudin.
Ia berharap kegiatan donor darah ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan menjadi wujud kepedulian PSHT terhadap sesama.
“Setetes darahmu akan menyelamatkan nyawa bangsa dan negara. Oleh karena itu, PSHT akan rutin mengadakan kegiatan donor darah setiap tahun. Kami juga mengajak seluruh warga SH Terate untuk aktif mendukung kegiatan donor darah, tidak hanya di sini tetapi juga di PMI dan kegiatan sosial lainnya,” tambahnya.
Salah satu warga dan pendonor, Agus Widodo, mengungkapkan kebanggaannya dapat berpartisipasi dalam donor darah.
“Ini adalah donor darah kedua saya dalam rangka kegiatan yang bergengsi ini, baik di tingkat kabupaten maupun nasional. Saya ikhlas dan berharap darah yang saya sumbangkan dapat membantu mereka yang membutuhkan. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi semangat bagi generasi muda serta warga SH Terate untuk peduli terhadap masyarakat Ponorogo,” ujarnya.
Kegiatan donor darah ini menjadi bagian penting dalam rangkaian BRB 2025 yang tidak hanya menonjolkan nilai budaya dan spiritual, tetapi juga kepedulian sosial dari PSHT kepada masyarakat luas.
Ketua PMI Kabupaten Ponorogo, Luhur Karsanto, melalui Kepala UDD PMI Ponorogo Barunanto Ashadi, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif PSHT Cabang Ponorogo.
“Kami sangat mengapresiasi semangat dan kepedulian yang ditunjukkan oleh PSHT Ponorogo melalui kegiatan donor darah ini. Donor darah bukan hanya aksi sosial, tetapi juga bentuk nyata kepedulian terhadap sesama yang sangat dibutuhkan masyarakat. Semoga kegiatan ini menjadi contoh inspiratif bagi organisasi lain dan terus berlanjut setiap tahunnya demi mendukung ketersediaan darah di Ponorogo,” ujarnya.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, pendekar PSHT Ponorogo siap mendukung suksesnya Bumi Reog Berdzikir 2025 melalui aksi nyata donor darah.
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi

