Air Bersih PMI Dirasakan oleh 43.955 Warga Bireuen



lintas6.com, Bireuen –
Palang Merah Indonesia (PMI) kembali menunjukkan peran vitalnya dalam penanganan bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, khususnya Kabupaten Bireuen. Banjir bandang yang terjadi secara tiba-tiba pada dini hari telah menyebabkan kerusakan parah dan menimbulkan kesulitan besar bagi masyarakat setempat. Namun, kehadiran PMI memberikan harapan baru bagi ribuan jiwa yang terdampak.

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen datang secara mendadak, membawa arus deras yang menghanyutkan rumah, fasilitas umum, dan lahan pertanian. Warga yang terjebak dalam bencana ini harus segera mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menyelamatkan diri. 

Kondisi ini meninggalkan trauma mendalam bagi masyarakat yang terdampak, baik secara fisik maupun mental. Namun, semangat kebersamaan dan solidaritas mulai tumbuh, didorong oleh kehadiran berbagai pihak yang memberikan bantuan, terutama PMI.

Ketua PMI Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, SH, yang akrab disapa Edi Obama, menyampaikan apresiasi tinggi atas peran PMI dalam membantu masyarakat terdampak banjir. Menurutnya, PMI tidak hanya hadir sebagai penyedia bantuan logistik, tetapi juga sebagai sumber kekuatan moral bagi warga yang tengah berjuang bangkit dari bencana.

“PMI telah menyalurkan total 208.500 liter air bersih ke 133 titik pengungsian yang dihuni oleh 43.955 jiwa. Kehadiran PMI sangat luar biasa dan membantu kami yang terdampak banjir. Semoga PMI terus jaya dan bisa terus membantu masyarakat,” ujar Edi penuh harap. Sabtu, (20/12/2025)

Air bersih menjadi kebutuhan utama yang sangat krusial di tengah kondisi pengungsian. Dengan akses air yang terbatas akibat banjir, risiko penyakit dan gangguan kesehatan meningkat drastis. PMI hadir untuk menjawab kebutuhan ini dengan mengirimkan pasokan air bersih secara berkelanjutan ke titik-titik pengungsian.

Bantuan air bersih yang terus mengalir ini tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, tetapi juga menjadi simbol nyata kepedulian dan solidaritas yang sangat dibutuhkan masyarakat di masa sulit ini. Setiap liter air yang sampai ke tangan warga memberikan harapan dan kekuatan baru untuk bertahan dan memulai proses pemulihan.

Selain menyediakan kebutuhan dasar, PMI juga berkomitmen mendukung pemulihan mental dan fisik warga terdampak banjir. Program-program pemulihan yang dilakukan PMI mencakup pendampingan psikososial, penyediaan bantuan kesehatan, serta edukasi tentang mitigasi bencana untuk meminimalisir risiko di masa depan.

“Banjir bandang yang terjadi secara mendadak memang meninggalkan luka dan tantangan besar bagi masyarakat Aceh. Namun, dengan bantuan cepat dan tepat dari PMI, warga mulai merasakan kelegaan dan harapan untuk bangkit kembali,” tutup Edi.

Bencana banjir bandang di Aceh adalah ujian berat bagi masyarakat, namun juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan gotong royong. Kehadiran PMI sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana memberikan contoh nyata bagaimana kepedulian dan aksi cepat dapat menyelamatkan dan memulihkan kehidupan ribuan jiwa.

Dengan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, diharapkan masyarakat Aceh dapat segera pulih dan membangun kembali kehidupan yang lebih baik, lebih tangguh, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.


Penulis: Nur A. 
Editor: Redaksi
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Template Code (Do not disable)

close