HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Relawan PMI Mojokerto Perkuat Kesiapan Menghadapi Cuaca Ekstrem


LINTAS6.com, MOJOKERTO — Upaya memperkuat kesiapan menghadapi ancaman bencana terus dilakukan berbagai pihak di Kota Mojokerto. Salah satunya melalui Apel Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026 yang mempertemukan seluruh unsur penanggulangan bencana dalam satu koordinasi terpadu.

Kegiatan yang digelar di Lapangan Mapolres Mojokerto Kota tersebut diikuti unsur Forkopimda, Polri, TNI, BPBD, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan PMI Kota Mojokerto.

Bagi PMI Kota Mojokerto, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat.

Tidak hanya menghadirkan relawan Korps Sukarela (KSR), PMI juga menyiagakan armada ambulans, peralatan evakuasi, perlengkapan medis, hingga sistem komunikasi lapangan.

Humas PMI Kota Mojokerto Dimas Hariadi menyampaikan bahwa kesiapsiagaan harus dibangun melalui proses panjang yang melibatkan pelatihan, simulasi, koordinasi, serta evaluasi berkelanjutan.

“Kami tidak menunggu bencana datang untuk mulai bersiap. Kesiapsiagaan harus dilakukan setiap saat agar ketika kondisi darurat benar-benar terjadi, seluruh personel dapat bergerak cepat dan tepat,” kata Dimas.

Menurutnya, perubahan cuaca yang semakin sulit diprediksi menuntut seluruh lembaga meningkatkan kapasitas respons terhadap berbagai ancaman bencana.

Data dari berbagai kejadian sebelumnya menunjukkan bahwa bencana hidrometeorologi seperti banjir, hujan lebat, angin kencang, dan pohon tumbang menjadi ancaman yang paling sering dihadapi masyarakat.

Karena itu, kesiapan sumber daya manusia menjadi prioritas utama.

Dalam apel tersebut dilakukan pemeriksaan kendaraan operasional guna memastikan seluruh armada siap digunakan kapan saja.

Para petugas mengecek kondisi mesin kendaraan, perlengkapan medis, tandu evakuasi, alat komunikasi, hingga kebutuhan logistik darurat.

Bagi PMI, ambulans merupakan salah satu elemen penting dalam operasi kemanusiaan.

Keberadaan ambulans tidak hanya digunakan mengangkut pasien, tetapi juga menjadi sarana dukungan medis ketika terjadi bencana yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat.

Selain kesiapan peralatan, PMI juga terus memperkuat kapasitas relawan melalui pelatihan berkala.

Materi yang diberikan meliputi pertolongan pertama, manajemen bencana, evakuasi korban, pelayanan kesehatan darurat, hingga dukungan psikososial bagi masyarakat terdampak.

“Saat terjadi bencana, masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar bantuan logistik. Mereka membutuhkan pendampingan, rasa aman, dan pelayanan yang cepat. Karena itu relawan harus dibekali kemampuan yang lengkap,” jelas Dimas.

Dalam perspektif kebencanaan modern, keberhasilan penanganan tidak hanya ditentukan oleh jumlah personel, melainkan juga kualitas koordinasi.

Karena itu apel gabungan menjadi sarana menyatukan persepsi seluruh instansi agar mampu bekerja sebagai satu kesatuan sistem ketika menghadapi keadaan darurat.

Keterlibatan PMI dalam kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa organisasi kemanusiaan memiliki peran penting dalam memperkuat ketangguhan daerah.

Tidak hanya saat bencana terjadi, PMI juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana.

Melalui berbagai program pelatihan masyarakat, sekolah siaga bencana, hingga sosialisasi pertolongan pertama, PMI berupaya membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.

Dimas mengajak masyarakat untuk mulai meningkatkan kesiapan dari lingkungan sekitar.

Membersihkan saluran air, menjaga kebersihan lingkungan, mengenali titik evakuasi, serta memperhatikan informasi cuaca merupakan langkah sederhana yang dapat mengurangi risiko.

Menurutnya, penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama.

Kolaborasi antara pemerintah, relawan, dunia usaha dan masyarakat menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan yang mungkin terjadi.

Dengan dukungan semua pihak, Kota Mojokerto diharapkan semakin tangguh menghadapi berbagai ancaman bencana sekaligus mampu memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh warganya.

Penulis: Nur A. 
Editor: Redaksi
Tutup Iklan