Mangrove dan Nelayan Harus Sama-Sama Terjaga
LINTAS6.com, PROBOLINGGO - Mangrove nelayan Dringu menjadi fokus perhatian dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir di Kabupaten Probolinggo. Program penghijauan yang dijalankan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo bersama CSR PT Paiton Energy tidak hanya berhasil menanam ribuan bibit mangrove, tetapi juga mendorong munculnya berbagai gagasan solusi agar kebutuhan masyarakat nelayan tetap terpenuhi tanpa mengganggu pertumbuhan tanaman mangrove.
Di kawasan pesisir Desa Dringu, Kecamatan Dringu, sejumlah perahu nelayan masih terparkir di sekitar area penanaman mangrove. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena aktivitas keluar masuk perahu berpotensi memengaruhi pertumbuhan tanaman yang masih dalam masa pemulihan dan penguatan akar.
Melalui Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Desa Dringu, persoalan itu mulai dibahas bersama warga untuk mencari jalan keluar yang menguntungkan semua pihak.
Usulan Dermaga untuk Solusi Bersama
Anggota SIBAT Desa Dringu, Heri, menjelaskan bahwa sebagian nelayan sebenarnya mendukung upaya pelestarian mangrove. Namun, mereka juga membutuhkan lokasi tambat perahu yang mudah diakses dan tidak menambah beban biaya operasional.
Menurut Heri, salah satu solusi yang paling memungkinkan adalah pembangunan dermaga atau jembatan sebagai area khusus parkir perahu nelayan.
“Kalau di kawasan pesisir Desa Dringu dibangun dermaga atau jembatan, otomatis perahu-perahu nelayan bisa dipindahkan ke area tersebut. Saat ini permasalahannya, banyak perahu nelayan yang masih terparkir di sekitar lokasi penanaman mangrove,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila fasilitas tersebut tersedia, masyarakat nelayan siap memindahkan perahu mereka sekitar 100 meter dari lokasi tanaman mangrove sehingga keberadaan ekosistem pesisir dapat lebih terlindungi.
Gagasan tersebut terinspirasi dari kawasan Bee Jay Bakau Resort (BJBR) di Kota Probolinggo yang mampu memadukan kawasan mangrove dengan fasilitas pendukung aktivitas masyarakat dan wisata.
Program Penghijauan Terus Berkembang
Upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan PMI Kabupaten Probolinggo bersama PT Paiton Energy tidak berhenti di Desa Dringu. Pada Senin (2/11/2026), program serupa juga dilaksanakan di Pantai Desa Gending, Kecamatan Gending.
Dalam kegiatan bertajuk Gerakan Hijau Hilir, sebanyak 1.150 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata ditanam di kawasan pesisir yang selama ini mengalami ancaman abrasi cukup tinggi.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari relawan PMI, anggota SIBAT, pelajar SMP dan SMA, pemerintah daerah, pemerintah desa, hingga masyarakat pesisir.
Ketua PMI Kabupaten Probolinggo, dr. Adi Nugroho WD, mengatakan bahwa penanaman mangrove merupakan langkah nyata untuk menjaga garis pantai sekaligus meningkatkan ketahanan lingkungan menghadapi perubahan iklim.
“Menanam saja tidak cukup. Mangrove yang sudah ditanam harus dirawat sampai benar-benar tumbuh dan berkembang sehingga bisa membantu mengurangi abrasi,” katanya.
Menurut Adi, tingkat keberhasilan pertumbuhan mangrove di Desa Dringu sebelumnya mencapai sekitar 90 persen. Keberhasilan tersebut menjadi motivasi untuk mengembangkan program penghijauan ke wilayah pesisir lain yang membutuhkan perlindungan lingkungan.
Mengapa Mangrove Penting bagi Masyarakat?
Mangrove memiliki manfaat yang sangat besar bagi kawasan pesisir. Selain berfungsi sebagai penahan abrasi, tanaman ini juga mampu mengurangi dampak gelombang laut, menjaga kualitas lingkungan pesisir, serta menjadi habitat berbagai jenis ikan, kepiting, dan biota laut lainnya.
Bagi nelayan, keberadaan mangrove justru menjadi investasi jangka panjang karena mendukung keberlangsungan sumber daya perikanan.
Akar mangrove yang rapat dapat menjadi tempat berkembang biak berbagai organisme laut yang nantinya ikut menopang hasil tangkapan masyarakat pesisir.
Karena itu, menjaga keberadaan mangrove bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga berkaitan langsung dengan keberlangsungan ekonomi masyarakat.
PMI Perkuat Monitoring dan Evaluasi
Untuk memastikan program berjalan berkelanjutan, PMI Provinsi Jawa Timur bersama PMI Kabupaten Probolinggo juga melaksanakan monitoring dan evaluasi di kawasan pesisir Desa Gending dan Desa Dringu.
Kegiatan ini tidak hanya melihat perkembangan tanaman mangrove, tetapi juga memperkuat administrasi, pelaporan, dokumentasi, serta koordinasi organisasi.
Staf Kasubbid Pembinaan Relawan PMI Provinsi Jawa Timur, Hamidan Noor Firdaus, menegaskan pentingnya dokumentasi dan pelaporan dalam setiap kegiatan.
“Ada beberapa hal yang harus kita kejar, salah satunya adalah pelaporan. Kemudian dokumentasi, karena dokumentasi dan pelaporan itu tidak dapat dipisahkan,” ungkapnya.
Selain itu, PMI juga mendorong sinergi antara pengurus, staf, dan relawan agar pelaksanaan program lingkungan maupun kegiatan kemanusiaan lainnya dapat berjalan lebih efektif.
Manfaat yang Bisa Dirasakan Masyarakat
Program penghijauan pesisir yang didukung PMI dan PT Paiton Energy memberikan manfaat langsung maupun jangka panjang bagi masyarakat.
Manfaat tersebut antara lain:
- Mengurangi risiko abrasi pantai.
- Melindungi kawasan permukiman pesisir.
- Menjaga ekosistem laut dan sumber daya perikanan.
- Menumbuhkan kepedulian lingkungan pada pelajar dan masyarakat.
- Membuka peluang pengembangan wisata edukasi mangrove.
- Mendorong kolaborasi antara masyarakat, relawan, pemerintah, dan dunia usaha.
Ke depan, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada jumlah bibit yang telah ditanam, tetapi juga pada kemampuan seluruh pihak menjaga dan merawatnya. Kehadiran SIBAT sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat nelayan dan pengelola program menjadi bagian penting dalam menciptakan solusi yang berpihak pada lingkungan sekaligus kebutuhan warga.
Kolaborasi PMI, CSR PT Paiton Energy, masyarakat nelayan, pemerintah, serta relawan menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan penataan yang tepat, mangrove tetap tumbuh, abrasi dapat ditekan, dan nelayan tetap dapat melaut dengan aman serta nyaman.
