GELORA PMR Pakisaji Jadi Ruang Belajar Kepedulian bagi Pelajar
LINTAS6.com, MALANG - GELORA PMR Pakisaji menjadi langkah nyata Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang dalam memperkuat pembinaan generasi muda di lingkungan pendidikan. Melalui kegiatan Gerakan Edukasi dan Sosialisasi Relawan Palang Merah Remaja (GELORA PMR), PMI mengajak sekolah-sekolah untuk membangun budaya kemanusiaan, kepedulian sosial, dan kesiapsiagaan sejak dini.
Kegiatan yang digelar di Pendopo Kecamatan Pakisaji, Selasa (3/11/2026), melibatkan 55 perwakilan sekolah dari berbagai jenjang pendidikan. Peserta terdiri atas 32 SD/MI, 16 SMP/MTs, dan 7 SMA/SMK/MA se-Kecamatan Pakisaji.
Kegiatan tersebut menjadi forum bersama bagi sekolah untuk memahami pentingnya keberadaan Palang Merah Remaja (PMR) sebagai wadah pembentukan karakter sekaligus pengembangan keterampilan sosial peserta didik.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, penguatan nilai kemanusiaan menjadi kebutuhan yang semakin penting. Karena itu, PMI Kabupaten Malang terus mendorong sekolah agar menjadikan PMR sebagai bagian dari proses pendidikan yang berkelanjutan.
Data Peserta Tunjukkan Besarnya Antusiasme Sekolah
Antusiasme dunia pendidikan terhadap kegiatan ini terlihat dari banyaknya sekolah yang hadir.
Sebanyak 55 sekolah mengirimkan perwakilan untuk mengikuti sosialisasi dan pembinaan PMR. Jumlah tersebut terdiri dari:
- 32 sekolah tingkat SD/MI
- 16 sekolah tingkat SMP/MTs
- 7 sekolah tingkat SMA/SMK/MA
Keterlibatan lintas jenjang pendidikan menunjukkan bahwa pembinaan relawan muda tidak hanya penting bagi siswa sekolah menengah, tetapi juga perlu ditanamkan sejak usia dini.
Kegiatan GELORA PMR dibuka oleh Camat Pakisaji, Taufik Nurahman, S.STP., MAP., dan dihadiri Wakil Ketua PMI Kabupaten Malang sekaligus Kepala Markas PMI Kabupaten Malang Aprillijanto, SE., MM., Ketua PMI Kecamatan Pakisaji Wahyu Mulyono, Dewan Kehormatan PMI Kecamatan Pakisaji Endah Sriyati, S.IP., serta anggota Korps Sukarela (KSR) PMI Kecamatan Pakisaji.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pembinaan karakter peserta didik melalui gerakan kepalangmerahan.
PMR Bukan Sekadar Ekstrakurikuler
Dalam arahannya, Aprillijanto menegaskan bahwa PMR memiliki peran yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar kegiatan ekstrakurikuler.
Menurutnya, PMR menjadi wahana pembelajaran yang mengajarkan nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, solidaritas, dan kesiapsiagaan.
"PMR bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, melainkan bagian dari proses pembinaan karakter untuk menumbuhkan jiwa kemanusiaan, kepedulian, kesukarelaan, solidaritas, serta kesiapsiagaan peserta didik dalam menghadapi berbagai persoalan di lingkungan sekitarnya," ungkap Aprillijanto.
Pesan tersebut memberikan gambaran bahwa PMR merupakan investasi karakter bagi peserta didik. Melalui berbagai kegiatan yang dilakukan, siswa belajar memahami pentingnya membantu sesama, bekerja dalam tim, serta mengambil peran positif di lingkungan sekitar.
Bagi sekolah, keberadaan PMR juga membantu membentuk budaya kepedulian yang dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih sehat dan inklusif.
Sekolah Dibekali Materi Pembinaan dan Kesiapsiagaan
Dalam kegiatan GELORA PMR, para peserta mendapatkan berbagai materi yang dapat menjadi panduan dalam mengembangkan unit PMR di sekolah.
Materi pertama disampaikan oleh Amirul Yasin yang menjelaskan manfaat PMR bagi peserta didik maupun lembaga pendidikan.
Selain mengenalkan nilai-nilai kepalangmerahan, materi tersebut juga membahas pentingnya penerapan konsep Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan sekolah terhadap risiko bencana.
Selanjutnya, Abidul memaparkan ruang lingkup kegiatan PMI, kebijakan PMI Kabupaten Malang dalam pembinaan generasi muda, kebutuhan sumber daya pembinaan PMR, hingga tahapan pembentukan unit PMR baru.
Sementara itu, Amiril menyampaikan materi mengenai manajemen pembinaan PMR dan implementasi Tri Bakti PMR sebagai dasar pelaksanaan kegiatan di sekolah.
Materi-materi tersebut diharapkan mampu membantu sekolah menyusun program PMR yang lebih terarah, aktif, dan berkelanjutan.
Apa Manfaat GELORA PMR bagi Sekolah dan Siswa?
Kegiatan GELORA PMR tidak hanya memberikan informasi organisasi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata yang dapat dirasakan sekolah dan peserta didik.
Beberapa manfaat tersebut antara lain:
- Membantu membangun karakter siswa yang peduli dan bertanggung jawab.
- Menumbuhkan budaya gotong royong dan solidaritas di sekolah.
- Meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat dan bencana.
- Membekali siswa dengan keterampilan kepemimpinan.
- Menjadi sarana pengembangan relawan muda yang berkelanjutan.
- Memperkuat kolaborasi antara sekolah dengan PMI.
Dengan manfaat tersebut, PMR dapat menjadi salah satu kegiatan yang mendukung pengembangan kemampuan nonakademik siswa secara optimal.
Menyiapkan Generasi yang Peduli dan Siap Mengabdi
Salah satu pengurus PMI Kecamatan Pakisaji, Oky Dinda, berharap kegiatan GELORA PMR mampu membangun sistem pembinaan relawan muda yang lebih kuat di wilayah Pakisaji.
Menurutnya, dukungan sekolah melalui guru pembina yang aktif menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembinaan PMR.
Dengan pendampingan yang tepat, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan kepalangmerahan, tetapi juga belajar menjadi individu yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Melalui GELORA PMR, PMI Kabupaten Malang dan PMI Kecamatan Pakisaji ingin memastikan bahwa nilai-nilai kemanusiaan terus tumbuh di kalangan generasi muda.
Pada akhirnya, keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari jumlah sekolah yang mengikuti sosialisasi, tetapi dari lahirnya pelajar-pelajar yang memiliki empati, semangat menolong, dan kesiapan untuk berkontribusi bagi sesama. Dari ruang kelas dan kegiatan PMR di sekolah, calon-calon relawan masa depan sedang dipersiapkan untuk menjadi generasi yang peduli, tangguh, dan bermanfaat bagi masyarakat.
