HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Dari Air Bersih hingga Donor Darah, Ini Manfaat Nyata Program BAZNAS untuk Warga


LINTAS6.com, PONOROGO - Program BAZNAS kembali menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial yang dipusatkan di Desa Gelangkulon, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo. Tidak hanya menyalurkan bantuan, kegiatan ini juga memberikan solusi atas berbagai kebutuhan masyarakat mulai dari akses air bersih, pelayanan kesehatan, perlindungan sosial ketenagakerjaan, pendidikan, hingga bantuan kebutuhan pokok.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur melalui BAZNAS Kabupaten Ponorogo tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antarlembaga mampu menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Dalam kegiatan itu, BAZNAS menggandeng BPJS Ketenagakerjaan, PMI Kabupaten Ponorogo, Dinas Kesehatan, Pemerintah Kabupaten Ponorogo, pemerintah desa, dan berbagai pihak lainnya.

Bagi masyarakat Desa Gelangkulon, rangkaian program yang hadir tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga membawa harapan untuk kehidupan yang lebih baik.

Perlindungan Sosial untuk Guru Honorer dan Marbot

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pemberian perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi 3.500 guru honorer dan 1.000 marbot masjid di Kabupaten Ponorogo.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Ponorogo dan BPJS Ketenagakerjaan. Melalui program ini, para guru honorer dan marbot memperoleh perlindungan jaminan sosial yang selama ini belum sepenuhnya mereka miliki.

Keberadaan program tersebut menjadi penting karena guru honorer dan marbot merupakan kelompok yang memiliki peran besar dalam kehidupan masyarakat. Guru honorer berkontribusi dalam mencerdaskan generasi muda, sedangkan marbot masjid menjalankan tugas pelayanan keagamaan yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial masyarakat.

Dengan adanya perlindungan sosial, mereka memiliki rasa aman yang lebih baik dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Air Bersih yang Sangat Dinantikan Warga

Selain perlindungan sosial, program yang paling dirasakan langsung manfaatnya oleh warga adalah penyediaan akses air bersih.

Selama beberapa tahun terakhir, sebagian wilayah Ponorogo masih menghadapi persoalan kekeringan saat musim kemarau tiba. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus berupaya lebih keras untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Untuk membantu menjawab persoalan tersebut, BAZNAS Provinsi Jawa Timur mengalokasikan anggaran sebesar Rp150 juta untuk program pipanisasi air bersih di Desa Gelangkulon.

Jaringan pipanisasi sepanjang 550 meter yang diresmikan dalam kegiatan tersebut kini mampu melayani kebutuhan air bersih bagi 12 kepala keluarga.

Bagi masyarakat penerima manfaat, kehadiran fasilitas tersebut sangat membantu aktivitas sehari-hari.

Air bersih tidak hanya digunakan untuk kebutuhan minum dan memasak, tetapi juga berpengaruh terhadap kebersihan lingkungan, kesehatan keluarga, serta kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H., mengatakan bahwa persoalan kekeringan masih menjadi perhatian pemerintah daerah.

Pada tahun 2026, tercatat enam kecamatan dan sepuluh desa mengalami kekeringan dan membutuhkan bantuan air bersih.

Menurutnya, pembangunan jaringan pipanisasi merupakan salah satu solusi jangka panjang yang dapat membantu masyarakat menghadapi persoalan tersebut.

“Berbagai bantuan yang diberikan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, mulai dari perlindungan jaminan sosial bagi guru honorer dan marbot masjid, beasiswa pendidikan, penyediaan air bersih, pembangunan rumah layak huni, hingga bantuan sembako,” ujar Lisdyarita.

Beasiswa untuk Masa Depan Generasi Muda

Program lain yang tidak kalah penting adalah beasiswa pendidikan bagi siswa dan mahasiswa.

Melalui program ini, BAZNAS memberikan dukungan pendidikan mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Bantuan pendidikan memiliki dampak jangka panjang karena membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan.

Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, program beasiswa dapat meringankan beban keluarga sekaligus mendorong lahirnya sumber daya manusia yang lebih berkualitas di masa depan.

Pendidikan menjadi salah satu investasi sosial yang hasilnya tidak langsung terlihat dalam waktu singkat, tetapi memberikan dampak besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.

Rumah Layak Huni untuk Kehidupan yang Lebih Baik

Dalam kegiatan tersebut juga disalurkan bantuan pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat yang membutuhkan.

BAZNAS Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan untuk enam unit rumah layak huni, sedangkan BAZNAS Kabupaten Ponorogo menambahkan empat unit rumah layak huni lainnya.

Total terdapat 10 unit rumah yang dibangun untuk membantu masyarakat memperoleh tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.

Rumah yang layak bukan hanya soal bangunan fisik. Rumah yang sehat dan aman berpengaruh terhadap kualitas hidup keluarga, kesehatan anggota rumah tangga, hingga kenyamanan anak-anak dalam belajar dan berkembang.

Karena itu, program rumah layak huni menjadi salah satu bentuk bantuan yang manfaatnya dapat dirasakan bertahun-tahun oleh para penerima.

Donor Darah Menumbuhkan Semangat Berbagi

Selain berbagai program bantuan sosial, kegiatan di Desa Gelangkulon juga diwarnai dengan aksi donor darah yang diselenggarakan PMI Kabupaten Ponorogo.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Salah satu peserta donor darah, Matiyah (43), warga Dusun Sodong, mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.

Menurutnya, donor darah merupakan cara sederhana untuk membantu sesama.

“Senang bisa membantu orang lain. Kalau darah yang kita donor bisa menyelamatkan nyawa orang lain tentu sangat bermanfaat. Harapan saya kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara rutin di desa-desa,” katanya.

Donor darah menjadi bagian penting dari pelayanan kemanusiaan karena kebutuhan darah di rumah sakit terus ada setiap hari. Melalui kegiatan semacam ini, masyarakat dapat berkontribusi langsung untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah.

PMI Apresiasi Kolaborasi Kemanusiaan

Sekretaris PMI Kabupaten Ponorogo, Sumani, memberikan apresiasi terhadap kolaborasi berbagai pihak dalam kegiatan sosial tersebut.

Menurutnya, sinergi yang terbangun tidak hanya membantu masyarakat penerima manfaat, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial.

“Kolaborasi ini menunjukkan kuatnya semangat kemanusiaan dan gotong royong dalam membantu masyarakat. Donor darah yang dilaksanakan hari ini sangat penting untuk menjaga ketersediaan stok darah bagi pasien yang membutuhkan. Selain itu, distribusi air bersih dan bantuan sembako juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang sedang menghadapi keterbatasan akses air dan kebutuhan pokok,” ujar Sumani.

Ia berharap kerja sama semacam ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Pengobatan Gratis dan Edukasi Hidup Sehat

Masyarakat juga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang digelar bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo.

Bidan Desa Gelangkulon, Anik Mupidah, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana deteksi dini berbagai penyakit tidak menular yang banyak ditemukan di masyarakat.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan beberapa warga mengalami tekanan darah tinggi dan kadar gula darah yang cukup tinggi.

Petugas kesehatan kemudian memberikan edukasi mengenai pentingnya pola hidup sehat, pemeriksaan rutin, pengaturan pola makan, serta aktivitas fisik yang cukup.

Menurut Anik, pelayanan kesehatan yang hadir langsung di desa sangat membantu masyarakat karena mendekatkan akses layanan kesehatan bagi warga.

“Harapannya masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal sehingga dapat melakukan pencegahan dan pengobatan secara tepat,” jelasnya.

Manfaat yang Dirasakan dan Pelajaran yang Bisa Dipetik

Kegiatan sosial yang dilaksanakan di Desa Gelangkulon menunjukkan bahwa bantuan akan memberikan dampak lebih besar ketika dilakukan secara terpadu.

Masyarakat tidak hanya menerima sembako, tetapi juga memperoleh akses air bersih, pemeriksaan kesehatan, perlindungan sosial, bantuan pendidikan, hingga rumah layak huni.

Kolaborasi yang melibatkan BAZNAS, PMI, BPJS Ketenagakerjaan, Dinas Kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi contoh bagaimana permasalahan sosial dapat diatasi melalui kerja bersama.

Bagi warga Gelangkulon, manfaat program tersebut terasa nyata dalam kehidupan sehari-hari. Air bersih menjadi lebih mudah diperoleh, kesehatan lebih terjaga, kebutuhan pokok terbantu, dan masa depan anak-anak memperoleh dukungan melalui program pendidikan.

Inilah yang menjadikan program sosial tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi investasi sosial yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Penulis: Nur A. 
 Editor: Redaksi
Tutup Iklan