HOT NEWS

Warga Kesulitan Air Bertahun-tahun, Tandon 2.300 Liter Hadir di Kampung Baru



LINTAS6.com, MANGGARAI – Bantuan tandon air berkapasitas 2.300 liter dan distribusi 5.000 liter air bersih yang diterima warga Kampung Baru, Desa Paralando, Kecamatan Reok Barat, membawa manfaat besar bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun menghadapi kesulitan air bersih.

Bantuan yang disalurkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai pada Kamis (8/10/2026) tersebut merupakan dukungan PT Ciputra melalui PMI Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain membantu kebutuhan masyarakat terdampak gempa bumi M7,7 Flores, bantuan ini juga menjadi solusi penting bagi warga yang selama ini hidup dengan akses air yang sangat terbatas.

Kampung Baru merupakan salah satu wilayah yang masih mengalami kesulitan memperoleh sumber air bersih. Sebagian warga harus berjalan kaki menuju sungai yang berjarak sekitar dua kilometer dari permukiman untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, kehadiran tandon air menjadi fasilitas yang sangat dibutuhkan masyarakat. Dengan kapasitas yang lebih besar dibanding tempat penampungan yang selama ini dimiliki warga, distribusi air dapat dilakukan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak keluarga.

Ketua PMI Manggarai, Hironnymus A. Kaunang, BcKn, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya PMI untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa pemulihan pascabencana.

"PMI Manggarai hari ini hadir dan memberikan bantuan satu unit tandon berkapasitas 2300 liter dukungan PT Ciputra melalui PMI Provinsi NTT. Sejauh ini kami sudah distribusikan dua tandon, satunya di wilayah Gumbang Desa Riung dan satu unit lagi di sini. Saya minta bapak Kepala Desa dan masyarakat di sini bisa jaga baik-baik sehingga tandon ini digunakan dalam waktu yang lama. Ingat bahwa ini bukan milik perorangan tetapi kami serahkan ini menjadi milik desa Paralando sehingga mohon dibantu agar bisa dijaga bersama. Kami juga akan terus distribusikan air bersih secara berkala untuk dukung pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kampung Baru ini," ungkapnya.

Menurut Hironnymus, keberadaan tandon yang dikelola bersama akan membantu masyarakat memperoleh akses air yang lebih mudah. Selain itu, distribusi air bersih yang dilakukan secara berkala diharapkan mampu menjaga ketersediaan air bagi warga, khususnya kelompok rentan.

Pemerintah Desa Paralando menyambut baik bantuan tersebut. Mewakili pemerintah desa, Lemen Agustinus, BA, menilai bantuan tandon dan distribusi air bersih menjadi dukungan nyata bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses air.

"Kampung Baru ini salah satu RT yang sulit mendapatkan akses air bersih. Masyarakat harus berjalan kaki selama 2 km setiap hari untuk ambil air di Kali karena tidak ada sumber air di sini. Kami ucapan terima kasih berlimpah kepada PMI dan PT Ciputra yang sudah bantu kami tandon air juga distribusi air bersih secara berkala. Tentunya, kami akan menjaga setiap bantuan ini dengan baik dan bertanggungjawab," katanya.

Ia menjelaskan, selama ini masyarakat harus mengatur penggunaan air dengan sangat hati-hati. Ketika musim kemarau datang, kebutuhan air sering kali menjadi persoalan utama yang dihadapi warga. Karena itu, keberadaan tandon dinilai dapat membantu meningkatkan efisiensi penyimpanan air dan memperkuat ketahanan masyarakat terhadap keterbatasan pasokan.

Manfaat bantuan tersebut juga dirasakan langsung oleh warga. Margareta Tesang mengungkapkan bahwa kesulitan memperoleh air bersih sudah berlangsung sangat lama dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

"kami di sini kesulitan air bukan saja saat bencana tetapi sepanjang tahun. Tiap hari, pagi dan sore kami harus berjalan kaki sejauh 2 km untuk timba air di sungai. Masing-masing kami membawa empat jeriken lima liter serta memikul baskom pakaian di kepala. Ini sudah berlangsung lama, bahkan lebih dari 80 tahun kami alami kesulitan ini. Di sini tidak ada sumber air, kami perempuan dan anak-anak yang tiap hari ambil air karena bapak-bapak mereka harus bekerja," terang Margareta.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa persoalan air bersih tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga memengaruhi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Sebagian besar beban mengambil air ditanggung perempuan dan anak-anak yang harus meluangkan waktu setiap hari untuk berjalan menuju sumber air.

Hal serupa disampaikan Theresia Tinung. Menurutnya, seluruh kebutuhan rumah tangga bergantung pada air yang dibawa dari sungai.

"kami tiap hari, pagi dan sore jalan kaki untuk timba air di kali. Air itu akan digunakan untuk minum, air cuci piring dan juga untuk keperluan WC. Sedangkan untuk mandi, kami langsung ke kali. Tiap rumah ada penampung seperti fiber kecil, baskom, periuk untuk simpan air. Kalau musim hujan, kami sedikit terbantu karena bisa tadah air hujan untuk air minum dan memang tidak bisa ambil air di kali karena kotor juga banjir. Dari dulu, kami kesulitan air bersih. Terima kasih untuk PMI yang sudah beberapa kali bawa air bersih pakaian tangki di sini. Apalagi ada bantuan tandon air yang besar, kami bisa ambil ditandon gunakan jeriken yang ada di tiap-tiap rumah," tandas Theresia.

Selain distribusi air bersih, PMI bersama IFRC juga melaksanakan promosi kebersihan bagi masyarakat. Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Dalam kesempatan itu, Nur Amirah dari IFRC mengajak masyarakat untuk terus membiasakan cuci tangan menggunakan sabun dan menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah berbagai penyakit.

"Saya senang di sini, karena lingkungan bersih dan tidak ada sampah berserakan. Saya mengajak semua warga di sini untuk terus jaga kebersihan lingkungan dan harus terus cuci tangan pakai sabun setelah beraktivitas. Biar kita bebas dari berbagai penyakit seperti diare," tegas Nur.

Sebanyak 25 kepala keluarga dengan total 68 jiwa menerima manfaat dari kegiatan tersebut. Kelompok penerima manfaat mencakup tujuh lansia, satu ibu hamil, dua bayi, dan lima balita yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.

Masyarakat juga terlibat aktif dalam pembuatan dudukan tandon, distribusi air bersih, dan kegiatan edukasi yang berlangsung di lokasi. Keterlibatan tersebut menunjukkan kuatnya semangat gotong royong warga dalam mendukung upaya pemulihan pascabencana.

Bagi masyarakat Kampung Baru, bantuan tandon dan distribusi air bersih bukan sekadar bantuan darurat. Kehadirannya memberikan manfaat nyata dengan memperluas akses air bersih, mengurangi beban warga, serta menghadirkan harapan akan kualitas hidup yang lebih baik di masa mendatang.

Penulis: Adrian Jr
Editor: Redaksi
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image