Logistik Masuk Tenda Pengungsian Nagekeo: 78 Warga Waekokak Terima Ember dan Pakaian
0 menit baca
Dari perspektif kebutuhan dasar, pemenuhan kebutuhan sandang dan alat penampung air bersih menjadi hal yang wajib didahulukan di lokasi pengungsian. Di RT 010 Desa Waekokak, informasi riil mencatat ada 23 kepala keluarga yang dihuni oleh 78 jiwa yang harus bertahan di tenda darurat. Kehadiran bantuan berupa 30 lembar kain sarung, 30 potong kaos jersey, 30 stel pakaian gamis, serta 30 buah ember plastik memberikan manfaat yang sangat besar untuk menjaga kebersihan tubuh serta melindungi warga dari penyakit akibat udara dingin malam.
Perspektif lain yang menarik adalah perhatian tim kemanusiaan yang tidak meluputkan sektor pendidikan anak-anak. Sebanyak 14 buah ember plastik dibagikan kepada guru dan siswa yang berada di SDK Aeramo. Bantuan fasilitas penampung air ini membawa manfaat penting agar lingkungan sekolah tetap bersih dan sehat selama proses belajar mengajar berlangsung di masa pemulihan. Para siswa kini bisa mencuci tangan dengan teratur dan menjaga kebersihan ruang kelas mereka dengan lebih mudah.
Pembagian tugas di lapangan berjalan sangat rapi berkat kekompakan bapak-bapak yang membantu mengangkat barang dan ibu-ibu yang tertib mendata penerima manfaat. Manfaat dari ketertiban ini membuat seluruh bantuan bisa langsung diserahkan ke tangan yang tepat tanpa ada antrean yang berdesakan. Kehadiran 5 anak bayi dan 25 warga lanjut usia (lansia) di dalam tenda darurat menjadi fokus utama yang didahulukan oleh warga saat pembagian kain sarung hangat dan pakaian layak pakai dilakukan.
Ketua PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo, menyampaikan bahwa perhatian terhadap sarana kebersihan di lingkungan pemukiman dan sekolah merupakan hal mendasar yang harus dipenuhi secara berkelanjutan.
“PMI terus berupaya hadir di tengah masyarakat dan sekolah-sekolah yang membutuhkan. Bantuan yang kami salurkan mungkin sederhana, tetapi kami berharap dapat memberikan manfaat nyata dan membantu warga serta para guru dan siswa dalam menjalani masa pemulihan,” tutur Kristianus.
Dengan tersedianya kelengkapan harian ini, warga di Desa Waekokak maupun para murid di SDK Aeramo bisa menjalani aktivitas harian dengan lebih tenang dan nyaman. Kerja bakti mandiri yang ditunjukkan oleh warga dalam menata posko pengungsian menjadi bukti bahwa rasa persaudaraan antar-tetangga terjalin sangat erat. Informasi pemantauan berkala akan terus dijalankan agar seluruh keperluan logistik tambahan bagi korban bencana di NTT dapat tersalurkan secara merata.
Penulis: Wemin Wuda
Editor: Redaksi
