Kebakaran di Satar Peot Hanguskan Uang Rp20 Juta dan Seragam Sekolah
0 menit baca
Dari perspektif kebutuhan kedaruratan, data kerugian mencatat hilangnya uang tunai sekitar Rp20 juta yang disimpan di dalam lemari rumah. Perspektif kehilangan ini menuntut adanya respons sosial yang cepat dari lembaga kemanusiaan guna memberikan manfaat bantuan yang sesuai dengan keperluan harian jemaah korban bencana. Kehilangan tempat tinggal serta seluruh pakaian harian menempatkan bapak-bapak dan ibu-ibu di dalam keluarga tersebut pada kondisi yang sangat rentan terhadap paparan udara malam dan gangguan kesehatan sanitasi.
Melihat kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai Timur segera mengambil langkah nyata dengan menyalurkan berbagai macam paket perlengkapan keluarga kustom. Bantuan diserahkan melalui Kepala Markas PMI Manggarai Timur, Alfred Tuname, langsung ke lokasi penampungan sementara. Paket bantuan yang dikirimkan meliputi dignity kit yang berisi perlengkapan khusus perempuan, kitchen kit untuk memenuhi keperluan memasak di dapur umum, serta family kit yang berisi handuk, sabun, dan perlengkapan mandi keluarga lainnya.
“Pertama dignity kit ini untuk kakak perempuan, isinya berkaitan dengan perlengkapan perempuan. Kemudian ada kitchen kit, ini untuk ke dapur. Kemudian ada family kit, yang berisi handuk dan lain-lain. Kemudian ada matras satu, selimut dua, kemudian terpal Palang Merah, ada baju layak pakai, kemudian sarung, kelambu dengan buku untuk anak yang masih SD. Begitu. Itu dari kami, tentu dengan Aqua juga,” ujar Alfred secara rinci saat menyerahkan logistik.
Manfaat dari pembagian paket bantuan ini dirasakan langsung oleh keluarga Wilibaldus Gunawan yang saat ini sangat membutuhkan pakaian bersih serta tempat tidur yang layak. Selain itu, adanya pasokan buku tulis memberikan perspektif edukasi yang berharga bagi anak-anak korban yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Pakaian layak pakai dan kain sarung yang diberikan menjadi pelindung tubuh utama bapak-bapak dan anak-anak dari ancaman udara dingin di malam hari pascabencana kebakaran.
Penyaluran bantuan logistik ini membuktikan bahwa koordinasi yang cepat di tingkat lokal mampu mendatangkan manfaat nyata dalam waktu singkat bagi masyarakat yang tertimpa musibah. Kehadiran air minum kemasan dan terpal darurat membantu keluarga korban membuat tempat berteduh sementara yang lebih aman dari panas dan hujan. Pemantauan berkala akan terus dijalankan oleh sukarelawan di lapangan agar seluruh kebutuhan pakaian sekolah bagi anak-anak korban yang hangus terbakar bisa segera mendapatkan solusi pasokan tambahan.
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi
