Imbas Kemarau Panjang, 657 KK di Pelosok Ponorogo Disokong Pasokan 50.000 Liter Air Bersih BAZNAS
0 menit baca
Intervensi kedaruratan iklim ini mengandalkan total pasokan sebanyak 50.000 liter air bersih yang diangkut oleh armada tangki berkapasitas 5.000 liter melalui 10 ritase pengiriman maraton. Langkah taktis ini terintegrasi langsung dengan program akbar pemenuhan 1,2 juta liter air bersih se-Jawa Timur untuk wilayah rawan kekeringan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Ponorogo, Sukarni, menyatakan bahwa penanganan cepat di lapangan dilakukan demi menjaga indeks kesehatan lingkungan agar warga terhindar dari ancaman penyakit kulit dan pencernaan akibat mengonsumsi air tidak layak.
"Air bersih ini merupakan bantuan 1,2 juta liter air bersih dari BAZNAS Jatim untuk 25 Kabupaten terdampak kekeringan di Jawa Timur, salah satunya Ponorogo. Kami berupaya agar alokasi ini tepat sasaran dan segera terdistribusi ke bak penampungan warga tanpa penundaan," ujar Sukarni.
Distribusi logistik air bersih difokuskan pada lima area terdampak ekstrem, yakni Dusun Dungus (Karangpatihan), Dusun Kroyo (Gelangkulon), Dusun Bungur (Munggu), Dusun Sidowayah (Sidoharjo), dan Dusun Gondang (Desa Tumpuk).
Menanggapi bencana musiman ini, Imam Sulardi, S.Pd., yang memimpin jalannya pemerintahan Desa Tumpuk, mengapresiasi kebersamaan lintas sektor yang terwujud dalam penanganan kekeringan ini.
"Masyarakat Desa Tumpuk sangat terbantu dengan adanya bantuan air bersih ini. Dalam beberapa waktu terakhir, sebagian warga memang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air karena debit sumber air terus berkurang selama musim kemarau," jelas Kepala Desa Tumpuk tersebut.
Pernyataan senada juga dikeluarkan oleh Kepala Wilayah Kecamatan Sawoo, Dina Andriani, S.STP., M.Si. Beliau menekankan bahwa kolaborasi adalah kunci utama penyelamatan daerah terdampak.
"Bantuan air bersih ini sangat membantu masyarakat yang saat ini mengalami keterbatasan pasokan air. Sinergi berbagai pihak menjadi kekuatan utama dalam menghadapi dampak kekeringan," pungkas pejabat nomor satu di Sawoo tersebut.
Di lokasi dropping Dusun Kroyo, seorang ibu rumah tangga bernama Suyahmi menuturkan bahwa hadirnya bantuan ini sangat membebaskan isi dompet warga dari pengeluaran membeli air bersih eceran.
"Bantuan air bersih ini sangat membantu kami untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari seperti minum. Saya mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur yang telah peduli kepada kami dengan memberi bantuan air bersih," kata warga Dusun Kroyo itu.
Sebagai penutup rangkaian distribusi yang selesai dikerahkan pada Jumat, (09/10/2026), BAZNAS Ponorogo berkomitmen memperkuat sinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Ke depannya, agenda pembuatan sumur bor dalam (artesis) di titik-titik mati air akan dimatangkan agar masyarakat tidak melulu bergantung pada dropping tangki, melainkan memiliki kemandirian air bersih yang berkelanjutan.
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi
