AMERTA 2 Cetak Relawan Muda Tangguh, SMKN 1 Jember Juara Umum
LINTAS6.com, JEMBER – Sebanyak 21 kontingen Palang Merah Remaja (PMR) Wira dari SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Jember berkumpul di Markas PMI Kabupaten Jember, Sabtu (31/10/2026), untuk mengikuti Ajang Membangun Relawan Tangguh (AMERTA) 2 Jember. Kegiatan yang diselenggarakan Forum Relawan (Forel) PMI Kabupaten Jember ini bukan sekadar kompetisi kepalangmerahan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan generasi muda agar siap menghadapi tantangan kemanusiaan yang semakin kompleks.
Tahun ini, AMERTA hadir dengan pesan yang lebih luas. Selain menguji keterampilan pertolongan pertama, donor darah, kesehatan remaja, dan kesiapsiagaan bencana, para peserta juga diajak memahami ancaman baru yang mulai menjadi perhatian masyarakat, yaitu kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta kerusakan lingkungan akibat perubahan iklim.
Pesan tersebut disampaikan langsung Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, saat membuka kegiatan di halaman Markas PMI Kabupaten Jember. Menurutnya, PMR masa kini harus berkembang menjadi generasi yang peduli tidak hanya pada sesama manusia, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan tempat mereka hidup.
Karena itulah AMERTA 2 menjadi penting. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan juara lomba, tetapi menyiapkan calon relawan masa depan yang mampu menjadi pelopor aksi kemanusiaan sekaligus agen perubahan lingkungan di tengah masyarakat.
PMR Harus Siap Hadapi Karhutla dan Kekeringan
Dalam sambutannya, Zainollah menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi relawan kemanusiaan terus berkembang.
Jika selama ini anggota PMR dikenal karena kemampuan pertolongan pertama, edukasi kesehatan, donor darah, dan kesiapsiagaan bencana, maka ke depan mereka juga harus memahami berbagai persoalan lingkungan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
"Harapan kami, relawan PMI termasuk PMR di dalamnya, ke depan juga harus siap menjadi relawan penanganan kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta aktif sebagai pelopor pelestarian lingkungan," tegas Zainollah.
Pernyataan tersebut mendapat perhatian besar dari para peserta. Sebab selama beberapa tahun terakhir, berbagai wilayah di Indonesia menghadapi tantangan terkait perubahan iklim yang menyebabkan peningkatan risiko kekeringan, krisis air bersih, hingga kebakaran lahan pada musim kemarau.
Menurut Zainollah, generasi muda harus mulai memahami persoalan tersebut sejak sekarang.
Selain menjadi relawan saat terjadi bencana, anggota PMR juga dapat berperan sebagai edukator lingkungan, penggerak konservasi, dan penyambung informasi kepada masyarakat mengenai mitigasi risiko bencana.
"PMR harus menjadi generasi yang tangguh, kreatif, peduli kemanusiaan, dan juga peduli lingkungan," ujarnya.
Pandangan ini sejalan dengan upaya PMI untuk memperluas peran relawan muda agar mampu menjawab tantangan masa depan yang semakin beragam.
Lebih dari Kompetisi, Ini Ajang Belajar Bersama
AMERTA merupakan program pembinaan kapasitas yang diselenggarakan PMI Kabupaten Jember melalui Forum Relawan PMI Kabupaten Jember.
Tujuannya bukan hanya mencari pemenang, tetapi membentuk karakter relawan muda yang disiplin, terampil, bertanggung jawab, serta memiliki semangat kemanusiaan yang kuat.
Melalui kegiatan ini, peserta didorong untuk mengembangkan kemampuan teknis sekaligus memperkuat karakter kepemimpinan dan kerja sama tim.
Pada tahun 2026, sebanyak 21 kontingen PMR Wira berpartisipasi dalam berbagai kategori lomba. Sementara kompetisi PMR Madya tingkat SMP dan MTs dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 1 November 2026.
Para peserta mengikuti berbagai bidang kompetisi yang mengacu pada Tri Bakti PMR dan tujuh materi pokok PMR.
Bidang yang diperlombakan meliputi Pertolongan Pertama, Kesiapsiagaan Bencana, Gerakan Kepalangmerahan dan Hukum Humaniter Internasional, Kesehatan Remaja, Donor Darah Sukarela, Sanitasi Kesehatan, Kepemimpinan, Cerdas Cermat, hingga Cipta Tandu.
Setiap lomba dirancang agar peserta tidak hanya mengandalkan hafalan materi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam praktik dan simulasi yang mendekati kondisi nyata.
Karena itu, AMERTA sering disebut sebagai laboratorium pembelajaran bagi para anggota PMR di Kabupaten Jember.
Mengapa Pembinaan PMR Masih Sangat Relevan?
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang begitu cepat, pembinaan PMR tetap memiliki relevansi yang tinggi.
Alasannya sederhana. Masyarakat akan selalu membutuhkan individu yang memiliki kepedulian, kemampuan menolong, dan kemauan untuk terlibat saat terjadi masalah kemanusiaan.
Anggota PMR memperoleh bekal tersebut sejak usia sekolah.
Mereka belajar bagaimana memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan, memahami prinsip-prinsip donor darah, mengenali risiko bencana, menjaga kesehatan lingkungan, hingga mengedukasi teman sebaya mengenai berbagai isu kesehatan remaja.
Keterampilan semacam ini memberikan manfaat langsung yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika terjadi keadaan darurat di sekolah, anggota PMR sering menjadi pihak pertama yang memberikan bantuan sebelum tenaga medis datang.
Saat masyarakat membutuhkan pendonor darah, mereka dapat menjadi penggerak kampanye donor darah sukarela.
Ketika lingkungan menghadapi ancaman bencana atau kerusakan alam, mereka dapat menjadi pelopor edukasi dan kesiapsiagaan.
Inilah alasan mengapa PMI Kabupaten Jember terus mengembangkan program pembinaan PMR melalui kegiatan seperti AMERTA.
SMKN 1 Jember Tampil Dominan
Salah satu sorotan utama dalam AMERTA 2 Tahun 2026 adalah keberhasilan PMR Wira SMKN 1 Jember meraih gelar Juara Umum.
Sekolah tersebut menurunkan dua kontingen, yaitu Tim A dan Tim B. Dari kedua tim tersebut, Tim A yang dikenal dengan nama PRAMAKENSA berhasil menunjukkan performa terbaik sepanjang kompetisi.
Berkat konsistensi dalam berbagai kategori lomba, Tim A berhasil mengumpulkan poin tertinggi dan mengungguli seluruh peserta lainnya.
Momen puncak terjadi ketika trofi Juara Umum diserahkan langsung oleh Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Jember, Narto, STP, MM., pada Sabtu malam di halaman Markas PMI Kabupaten Jember.
Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SMKN 1 Jember.
Ketua PMR Wira SMKN 1 Jember, Nadia, mengaku hasil tersebut merupakan buah dari proses latihan yang panjang.
"Keberhasilan ini adalah hasil dari kedisiplinan, kerja keras, serta latihan intensif yang telah dijalani seluruh anggota tim. Kami sangat bersyukur dan bangga bisa membawa nama baik SMKN 1 Jember di podium tertinggi," ujar Nadia.
Menurut Nadia, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras dan kekompakan tim mampu menghasilkan pencapaian yang membanggakan.
Disiplin Menjadi Kunci Prestasi
Apresiasi juga disampaikan Pembina PMR Wira SMKN 1 Jember, Felia Novianti.
Ia menilai keberhasilan anak didiknya tidak datang secara instan, melainkan melalui proses latihan, pembinaan, serta komitmen yang dijalani secara konsisten.
Menurutnya, anggota PMR tidak hanya belajar teknik kepalangmerahan, tetapi juga belajar membangun karakter.
"Ini berkat sikap disiplin, kerja keras dan tentu doa semua pihak baik orang tua maupun keluarga besar SMKN 1 Jember," kata Felia.
Baginya, penghargaan juara umum bukanlah akhir perjalanan.
Prestasi tersebut justru menjadi tantangan agar para anggota PMR terus meningkatkan kemampuan sekaligus menjaga semangat kemanusiaan yang telah mereka pelajari.
Daftar Juara Berbagai Kategori
Selain juara umum, berbagai kategori lomba juga menghasilkan pemenang yang menunjukkan kualitas pembinaan PMR di sekolah-sekolah Kabupaten Jember.
Bidang Cerdas Cermat dimenangkan Talita N dari SMAN 1 Jember.
Kategori Simulasi Pertolongan Pertama diraih SMKN 1 Jember.
Lomba Cipta Tandu dimenangkan SMAN Arjasa.
Kategori Kepemimpinan diraih SMAN Balung.
Gerakan Kepalangmerahan menjadi milik SMAN 1 Jember.
Bidang Kesehatan Remaja dimenangkan Nafisa Yuniarni dari MA Nahdlatut Thalabah.
Kategori Donor Darah Sukarela diraih Tim A SMKN 1 Jember.
Sementara juara Sanitasi Kesehatan dan Kesiapsiagaan Bencana diraih SMAN 2 Jember.
Keberagaman pemenang tersebut menunjukkan bahwa kualitas PMR di Kabupaten Jember terus berkembang dan memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan relawan muda di masa depan.
Menyiapkan Generasi yang Bermanfaat bagi Masyarakat
Manfaat terbesar dari AMERTA 2 sesungguhnya tidak hanya dirasakan para peserta yang menjadi juara.
Seluruh peserta memperoleh pengalaman belajar yang akan berguna dalam kehidupan mereka.
Mereka belajar bekerja sama, menyelesaikan masalah, mengambil keputusan dalam kondisi terbatas, serta memahami arti tanggung jawab sosial.
Kemampuan tersebut menjadi bekal penting ketika kelak mereka terjun ke masyarakat.
PMI Kabupaten Jember berharap para peserta dapat menjadi pelopor tindakan kemanusiaan di lingkungan masing-masing.
Tidak hanya saat terjadi kecelakaan atau bencana, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan edukasi kesehatan, donor darah, atau pelestarian lingkungan.
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, berharap prestasi SMKN 1 Jember mampu memotivasi sekolah lain.
"Kami harap prestasi PMR Wira SMKN 1 Jember menjadi inspirasi siswa yang lain untuk meraih prestasi terbaik. Juga untuk mengobarkan semangat para PMR madya yang akan lomba Minggu 1 November 2026," ujarnya.
Melalui AMERTA 2, PMI Kabupaten Jember tidak hanya sedang menggelar lomba kepalangmerahan. Organisasi ini sedang menyiapkan generasi muda yang siap membantu masyarakat, menghadapi tantangan bencana, menjaga lingkungan, serta menjadi relawan-relawan tangguh yang dibutuhkan Indonesia di masa depan.
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi
