PMI Salurkan Alat Kebersihan untuk Korban Bencana Banjir di Desa Kuning 1, Aceh Tenggara
0 menit baca
Banjir yang terjadi telah mempengaruhi kehidupan banyak warga, terutama di Desa Kuning 1, di mana sekitar 220 kepala keluarga teridentifikasi sebagai korban terdampak.
Untuk membantu masyarakat bangkit kembali, PMI Aceh Tenggara menyalurkan bantuan berupa alat kebersihan sebagai upaya pemulihan pascabanjir yang lebih efektif dan berkelanjutan. Sabtu, 17 Januari 2026.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua PMI Aceh Tenggara, H. Armen Desky, yang menegaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan demi mencegah munculnya penyakit pasca-bencana alam.
Dalam pernyataannya, Armen Desky mengatakan,
"Kondisi lingkungan yang bersih sangat penting agar para pengungsi terhindar dari berbagai penyakit. Dengan memberikan alat kebersihan, kami berharap dapat mengurangi risiko kesehatan yang mungkin timbul setelah banjir."
Paket alat kebersihan yang dibagikan oleh PMI mencakup cangkul, skop, sikat gagang, sapu lidi, serokan air, cairan pembersih lantai, dan alat pel. Selain penyaluran alat, relawan PMI turut memberikan edukasi singkat kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri maupun lingkungan sekitar. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya perlindungan kesehatan melalui praktik kebersihan yang baik.
Respon positif datang dari masyarakat setempat, yang merasa terbantu dengan adanya bantuan tersebut. Selamat (55), Kepala Desa Kuning 1, menyatakan kepuasannya terhadap bantuan yang diterima.
"Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami untuk membersihkan rumah dan lingkungan setelah banjir surut. Kami sangat mengapresiasi upaya PMI Aceh Tenggara yang terus memberikan dukungan kepada kami," ungkapnya.
Dalam jangka panjang, PMI Aceh Tenggara berkomitmen untuk lebih dari sekadar memberikan bantuan kebersihan. Organisasi ini bertekad untuk terus mendampingi masyarakat terdampak bencana melalui berbagai bentuk dukungan kemanusiaan. Di antaranya, PMI akan menyediakan bantuan logistik, layanan kesehatan, serta dukungan psikososial agar masyarakat dapat mengatasi trauma serta membangun kembali kehidupan mereka dengan lebih baik.
Langkah-langkah yang diambil PMI Aceh Tenggara ini mencerminkan peran strategis organisasi kemanusiaan dalam menggalang solidaritas dan memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bencana. Inisiatif ini menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antara lembaga kemanusiaan dan masyarakat lokal dalam menghadapi tantangan bencana alam yang tidak terduga, sehingga pemulihan dapat dicapai dengan cara yang lebih holistik dan berkelanjutan.
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi
