lintas6.com, Nganjuk – Operasi pencarian korban tenggelam di Sungai Widas, Desa Karangsemi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, resmi ditutup setelah korban bernama Azka Muhammad Hafisan, usia 17 tahun, ditemukan meninggal dunia. Korban ditemukan Sabtu, 27 Desember 2025 pukul 15.30 di wilayah Desa Mabung, Kecamatan Baron, sekitar 4,1 kilometer dari lokasi kejadian awal.
PMI Kabupaten Nganjuk mendapat informasi dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS PB) BPBD Nganjuk, selanjutnya PMI segera membentuk dua tim, yaitu tim dapur umum dan tim evakuasi, untuk mendukung operasi gabungan pencarian dan evakuasi korban.
Sulistiyaningsih, staf PMI Kabupaten Nganjuk yang terjun langsung ke lokasi, menjelaskan bahwa tim dapur umum bertugas menyiapkan perbekalan bagi seluruh personil SAR gabungan yang berjumlah sekitar 75 orang.
PMI Kabupaten Nganjuk mendapat informasi dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS PB) BPBD Nganjuk, selanjutnya PMI segera membentuk dua tim, yaitu tim dapur umum dan tim evakuasi, untuk mendukung operasi gabungan pencarian dan evakuasi korban.
Sulistiyaningsih, staf PMI Kabupaten Nganjuk yang terjun langsung ke lokasi, menjelaskan bahwa tim dapur umum bertugas menyiapkan perbekalan bagi seluruh personil SAR gabungan yang berjumlah sekitar 75 orang.
Sementara tim evakuasi bersiaga dengan satu unit ambulans dan satu personil yang turun ke sungai menggunakan perahu karet untuk melakukan penyusuran bersama tim SAR gabungan hingga ke Dam Karet Kabupaten Jombang.
Operasi pencarian melibatkan banyak pihak, antara lain Basarnas USS Bojonegoro, BPBD Nganjuk, BPBD Provinsi Jawa Timur, PMI Kabupaten Nganjuk, perangkat desa setempat, ORARI, NU Rescue, SAR MTA, Senopati Rescue, DKC CBP IPNU, BAGANA, Gimbal Alas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, RAPI, Pramuka 1318, SAKA SAR Nganjuk, FPBI Nganjuk, serta masyarakat setempat.
P.H. Setiyo Wicaksono, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik PB BPBD Nganjuk, menyampaikan harapan agar kejadian ini menjadi pembelajaran bersama.
Setiyo juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim yang terlibat dalam operasi pencarian ini, termasuk PMI Kabupaten Nganjuk yang memberikan dukungan penuh dengan mengirimkan tim dapur umum dan personil evakuasi.
Setelah korban ditemukan, jenazah Azka Muhammad Hafisan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Nganjuk untuk penanganan lebih lanjut. Operasi pencarian ditutup dengan apel bersama seluruh unsur yang terlibat dan dilanjutkan dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar tragedi seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari.
“Kami berharap korban dapat ditemukan mengingat kondisi cuaca dan debit air sungai yang cukup besar. Namun, kami juga sudah siap dengan segala kemungkinan,” ujar Sulistiyaningsih.
Operasi pencarian melibatkan banyak pihak, antara lain Basarnas USS Bojonegoro, BPBD Nganjuk, BPBD Provinsi Jawa Timur, PMI Kabupaten Nganjuk, perangkat desa setempat, ORARI, NU Rescue, SAR MTA, Senopati Rescue, DKC CBP IPNU, BAGANA, Gimbal Alas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, RAPI, Pramuka 1318, SAKA SAR Nganjuk, FPBI Nganjuk, serta masyarakat setempat.
P.H. Setiyo Wicaksono, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik PB BPBD Nganjuk, menyampaikan harapan agar kejadian ini menjadi pembelajaran bersama.
“Sungai yang terlihat aman ternyata memiliki arus yang deras. Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati, terutama dengan kondisi cuaca yang tidak menentu di beberapa wilayah,” ujarnya.
Setiyo juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim yang terlibat dalam operasi pencarian ini, termasuk PMI Kabupaten Nganjuk yang memberikan dukungan penuh dengan mengirimkan tim dapur umum dan personil evakuasi.
“Keberhasilan operasi ini tidak lepas dari kerja sama semua pihak yang terlibat. Kami berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan,” pungkasnya.
Setelah korban ditemukan, jenazah Azka Muhammad Hafisan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Nganjuk untuk penanganan lebih lanjut. Operasi pencarian ditutup dengan apel bersama seluruh unsur yang terlibat dan dilanjutkan dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar tragedi seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari.
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi

