Acara yang berlangsung pada Kamis pagi, 11 Desember 2025, dimulai pukul 07.00 WIB ini dihadiri jajaran pengurus PMI Kabupaten Probolinggo, perwakilan CSR PT Paiton Energy, perangkat Desa Dringu, dinas terkait, serta kelompok masyarakat pesisir.
Kehadiran berbagai pihak ini menegaskan sinergi antara lembaga kemanusiaan, pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam pelestarian lingkungan.
Ketua PMI Kabupaten Probolinggo, dr. Adi Nugroho, W.D., M.M.Kes., menekankan pentingnya program penanaman mangrove sebagai kontribusi nyata PMI dalam mendukung ketahanan iklim dan mengurangi risiko kerusakan ekosistem pesisir.
Dr. Adi juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung dan merawat ekosistem pesisir demi keberlanjutan bersama.
Sementara itu, Lubal, perwakilan CSR PT Paiton Energy, menyatakan bahwa kolaborasi dengan PMI dan masyarakat adalah kunci keberhasilan pelestarian lingkungan.
Sebanyak 2500 bibit mangrove ditanam di titik-titik strategis di hilir muara sungai yang menghadapi tekanan ekologis akibat abrasi dan sedimentasi. Penanaman melibatkan relawan PMI, pemuda pesisir, kelompok nelayan, dan masyarakat setempat dengan pendampingan teknis agar tanaman tumbuh dengan baik.
PMI Kabupaten Probolinggo berkomitmen melanjutkan program ini dengan pemantauan pertumbuhan mangrove, pemeliharaan rutin, dan pendampingan masyarakat dalam pengelolaan ekosistem pesisir.
Gerakan Hijau PMI ini membuktikan bahwa kolaborasi multi-pihak dapat memberikan kontribusi signifikan bagi keberlanjutan ekosistem pesisir dan masa depan lingkungan di Kabupaten Probolinggo. Melalui usaha kolektif ini, diharapkan rehabilitasi pesisir memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Ketua PMI Kabupaten Probolinggo, dr. Adi Nugroho, W.D., M.M.Kes., menekankan pentingnya program penanaman mangrove sebagai kontribusi nyata PMI dalam mendukung ketahanan iklim dan mengurangi risiko kerusakan ekosistem pesisir.
"Mangrove tidak hanya berfungsi sebagai tanaman pantai, tetapi juga sebagai benteng alami yang memainkan peran penting secara ekologis, ekonomis, dan sosial bagi masyarakat pesisir," ujarnya.
Dr. Adi juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung dan merawat ekosistem pesisir demi keberlanjutan bersama.
Sementara itu, Lubal, perwakilan CSR PT Paiton Energy, menyatakan bahwa kolaborasi dengan PMI dan masyarakat adalah kunci keberhasilan pelestarian lingkungan.
"Penanaman mangrove ini adalah langkah konkret untuk memastikan bahwa ekosistem pantai tetap terjaga. Kami berharap kegiatan ini menjadi contoh positif dari kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan PMI," katanya.
Sebanyak 2500 bibit mangrove ditanam di titik-titik strategis di hilir muara sungai yang menghadapi tekanan ekologis akibat abrasi dan sedimentasi. Penanaman melibatkan relawan PMI, pemuda pesisir, kelompok nelayan, dan masyarakat setempat dengan pendampingan teknis agar tanaman tumbuh dengan baik.
PMI Kabupaten Probolinggo berkomitmen melanjutkan program ini dengan pemantauan pertumbuhan mangrove, pemeliharaan rutin, dan pendampingan masyarakat dalam pengelolaan ekosistem pesisir.
"Dengan adanya sinergi antara PMI, PT Paiton Energy, pemerintah desa, dan masyarakat, kami yakin kawasan Dringu dapat menjadi contoh praktik baik pengelolaan lingkungan pesisir. Semoga langkah kecil ini membawa dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat," tutup dr. Adi Nugroho.
Gerakan Hijau PMI ini membuktikan bahwa kolaborasi multi-pihak dapat memberikan kontribusi signifikan bagi keberlanjutan ekosistem pesisir dan masa depan lingkungan di Kabupaten Probolinggo. Melalui usaha kolektif ini, diharapkan rehabilitasi pesisir memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi

