Masya Allah... Meski Hidup Pas-pasan, Penjual Tape Kurban Sapi


Berkurban merupakan amalan yang dianjurkan untuk setiap Muslim, terutama mereka yang tergolong mampu secara ekonomi.

Meski demikian, banyak umat Muslim yang berkurban meski kondisi ekonominya pas-pasan. Mereka tak menunggu kaya raya untuk menyerahkan hewan kurban. Sudah banyak kisah 'orang kecil' yang ikhlas berkurban.

Dan bacalah kisah ini. Cerita tentang Mbah Subandi. Kakek berusia 70 tahun bisa menjadi cerminan tentang bagaimana seorang hamba ikhlas berkorban. Padahal, setiap hari dia hidup sangat sederhana.
Keikhlasan Subandi diabadikan oleh Radio Bintang Tenggara Banyuwangi melalui akun Facebook B88. Kisah nyata tersebut dikirim oleh salah satu pendengar radio itu bernama Effendy.

Setiap hari, warga Dusun Tlogosari RT 01 RW 04, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, ini hanya berjualan tape. Penghasilannya tak seberapa. Sebab, dia bukanlah pengusaha tape skala industri.

Dia hanyalah pedagang kecil, yang menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membeli sapi untuk dikurbankan. Dan niat itu terlaksana pada Idul Adha 1437 H ini.

Saat masih kuat, Subandi kerap berjualan tape dengan berjalan kaki. Seiring usianya yang bertambah tua, Subandi kemudian berjualan menggunakan sepeda.

Meski serba seadanya, suami dari Tumi (65), ini ternyata dikenal sebagai sosok yang rendah hati. Tak jarang dia suka memberikan dagangannya secara gratis.

Dia kerap tidak tega melihat anak kecil yang merengek ingin tape dagangannya. Sementara anak itu tidak punya uang untuk membeli tape.dream.co.id


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 Response to "Masya Allah... Meski Hidup Pas-pasan, Penjual Tape Kurban Sapi"

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.