Disinilah pertama kali Nabi Muhammad menerima wahyu.. Semoga yang menulis dan membaca bisa berkunjung kesini aamiin..


Gua Hira adalah tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu dari Allah yang pertama kalinya melalui malaikat Jibril. Gua tersebut sebagai tempat Nabi Muhammad menyendiri dari masyarakat yang pada saat itu masih belum mengenal kepada Allah.


gua ini mempunyai kedudukan penting dalam sejarah Islam, di sinilah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu Alqur’an yang pertama, yaitu Surat Al‘alaq 1-5. Nabi Muhammad SAW yang ummi, tidak bisa membaca dan menulis, dipaksa sampai tiga kali oleh Malaikat Jibril untuk membaca ayat tersebut. 
 
Mudah-mudahan kita bisa kesana memenuhi panggilan Allah SWT. Aminn.
 
Guanya sendiri berukuran sangat sempit. Biasanya, hanya bisa dimasuki dua orang saja. Ada dua pintu masuk yang sempit. Sedangkan, panjang gua enam meter dengan ketinggian dua meter, dan lebar 1,30 meter.

Walaupun ukurannya sangat kecil, gua ini diburu oleh jutaan orang, apalagi ketika musim haji. Meski jalan menuju tempatnya sangat curam dan berbatu, orang-orang dengan rela berebutan ke sana, bahkan sebelum fajar menyingsing.

Medan untuk menuju ke Gua Hira ini sangat sulit. Tak ada titian tangga yang teratur dan terjamin keamanannya. Satu-satunya jalan menuju kesana adalah harus meniti batu-batu terjal nan tajam. Jalan bertangga dari batu yang ditumpuk, tidak ada sepenuhnya, hanya tiga perempat dari perjalanan saja.


Namun, ketika sudah mendekati puncak, medannya tidak terlalu ekstrem lagi. Dengan jalur seekstrem ini, harusnya hanya laki-laki yang bisa sampai ke puncak gunung ini. Namun, ajaibnya, banyak pula jamaah perempuan yang mampu menuju ke tempat ini.

Para jamaah rela menempuh medan yang sangat sulit, hingga berjubel-jubel demi bisa masuk ke Gua Hira ini. Saling dorong, saling sikut, biasa terjadi. Jika tidak berhati-hati, bisa juga jatuh dan terluka, bahkan meninggal.

Melihat medan ekstrem dan bahaya yang mengancam, sebenarnya Pemerintah Arab Saudi tidak menganjurkan para jamaah untuk mendaki gunung ini.

Ini terlihat pada papan pengumuman Pemerintah Arab Saudi di jalan masuk menuju gunung. Imbauan ini ditulis dalam beberapa bahasa Arab, termasuk bahasa Indonesia yang berbunyi,

“Saudara kaum Muslim yang berbahagia: Nabi Muhammad SAW tidak menganjurkan kita untuk naik ke atas gunung ini, begitu pula shalat, mengusap batunya, mengikat pohon-pohonnya, dan mengambil tanah, batu, dan pohonnya. Dan kebaikan adalah dengan mengikuti sunah Nabi SAW, maka janganlah Anda menyalahinya.”

Meski telah ditulis larangan seperti ini, tak menyurutkan jumlah jamaah yang menuju ke sana. Apalagi, ketika mendekati musim haji seperti saat ini, jumlah jamaah yang menuju ke Jabal Nur akan semakin banyak.
Ketika sudah sampai puncak Jabal Nur, jamaah harus turun lagi sekitar lima meter di baliknya. Di situlah baru sampai di Gua Hira. Ada tulisan besar dengan warna merah, “Ghor Khira” di atasnya.

Di atas tulisan itu, juga tertulis dua awal ayat surah al-Alaq yang ditulis dengan warna hijau. Ya, di sinilah wahyu Alquran pertama kali diterima oleh Nabi Muhammad SAW.

Wahyu pertama tersebut adalah suara yang diteruskan oleh Malaikat Jibril yang terwujud dalam lima ayat pertama dari surah al-Alaq. Ayat pertama, berbunyi iqra’ atau yang berarti “bacalah”.
[ Republika ]
 
 
 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 Response to "Disinilah pertama kali Nabi Muhammad menerima wahyu.. Semoga yang menulis dan membaca bisa berkunjung kesini aamiin.."

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.